Mengatasi Anak Suka Hisap Kuku


Ada banyak alasan kenapa si kecil suka menghisap jari ( biasanya jempol ), atau menggigit kukunya. Penyebabnya dari sekedar ingin tahu seperti apa rasanya, mengatasi rasa bosan, stress atau menutupi rasa takut. Kebiasaan seperti ini disebut dengan nervous habit, yaitu kebiasaan yang disebabkan oleh perasaan takut atau gelisah.

Selain kebiasaan menghisap kuku, ada juga kebiasaan lainnya misalnya menghisap jempol, memainkan rambut, menggeretakkan gigi. Jika tidak cepat-cepat di tangani, kebiasaan ini terbawa sampai dewasa.

Bila si kecil melakukan kebiasaan ini secara tidak berlebihan dan tidak melukai dirinya, juga secara tidak sadar (misalnya sedang melihat TV), atau bila dia cenderung menggigit sebagai respon terhadap situasi tertentu (misalnya ketika akan menghadapi ulangan), maka Anda tak perlu cemas. Itu hanyalah cara anak mengatasi stress ringan. Kemungkinan besar kebiasaan ini akan berhenti dengan sendirinya.

Namun apabila kebiasaan menggigit kuku tetap berlangsung atau susah dihindari, berikut cara-cara untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

1. Cari penyebabnya
Pertama yang harus Anda lakukan adalah tanyakan pada si kecil mengapa ia gelisah. Biasanya respon awal kita ketika anak melakukan kebiasaan yang mengkhawatirkan adalah berusaha menghentikan kebiasaannya. Namun yang lebih penting lagi kita harus tahu penyebabnya dan memikirkan apakah si anak mengalami stress atau tidak. Katakan pada si kecil bahwa tiap orang memberi respon yang berbeda-beda. Dukung si kecil untuk mencoba berbagai solusi apabila solusi pertama belum berhasil. Ingatkan pula pada anak dan diri sendiri, bahwa ketekunan akan memberikan hasil.

2. Jangan memarahi
Menggigit kuku cenderung dilakukan tanpa sadar. Bila anak tidak menyadarinya, maka memarahi atau memaksanya menghentikan kebiasaan itu merupakan cara yang sia-sia. Beri tahu si anak secara perlahan-lahan.

3. Tentukan batasan
Ingatkan pada anak bahwa kebiasaan menggigit kuku adalah tidak sopan, jangan lakukan di depan umum. Katakan juga pada anak agar kebiasaannya itu tidak meluas sehingga mengganggu orang lain.
Bila anda menekan atau memaksanya menghentikan kebiasaannya, itu artinya membuat anak tambah stress. Semakin sedikit kerewelan Anda, maka akan semakin mudah bagi anak untuk menghentikan kebiasaannya.

4. Beri bantuan
Bila teman-teman mengejeknya, dia mungkin siap untuk menghentikan kebiasaannya dan meminta bantuan pada Anda. Dukung anak untuk menceritakan perasaannya. Katakan padanya bahwa Anda sangat mencintainya. Lalu berikan solusi-solusinya.

5. Ajak diskusi
Ajak anak untuk membicarakan kebiasaan buruknya, dampaknya, solusinya juga keterlibatan Anda. Misalnya anak menginginkan Anda untuk mengingatkan bila dia lupa, Anda akan mengingatkan bila merasa terganggu. Semakin besar anak, maka semakin sedikit ia menginginkan keterlibatan orang tuanya.

6. Bantu menyadari kebiasaannya
Buat persetujuan bagaimana cara Anda mengingatkan, terutama bila di depan umum. Misalnya dengan bahasa isyarat.

7. Tawarkan alternatif
Bila ada keinginan menggigit kuku, alihkan dengan menarik napas dalam-dalam, menggenggam atau teknik relaksasi lainnya.

8. Kapan harus khawatir
Menggigit kuku bisa merupakan tanda kegelisahan yang berlebihan. Apabila hingga terluka dan berdarah, mendadak jadi lebih hebat dan sering dilakukannya, sebaiknya ajak anak ke dokter dan juga memerlukan bantuan psikolog.

Catatan:
Artikel dirangkum dari Tabloid Nova.
Kebiasaan menggigit kuku yang tampaknya sepele, namun bila sudah menjadi kebiasaan dan dilakukan dengan rutinitas yang sering, maka bukan masalah yang ringan lagi. Kemungkinan anak mengalami kegelisahan yang berlebihan, yang berarti mengganggu pertumbuhan jiwanya. Segera atasi kebiasaan anak agar tidak berlanjut hingga dewasa.


tags: anak suka gigit kuku, arti nervous habit, cara menghilangkan kebiasaan gigit kuku, cara mengalihkan ketika anak ingin menggigit kuku, cara mengatasi anak yang suka hisap kuku, akibat jika menggigit kuku secara berlebihan, kapan kebiasaan gigit kuku perlu bantuan dokter, kapan kebiasaan gigit kuku perlu bantuan psikolog, anak mengatasi stres ringan dengan menggigit kuku, penyebab anak suka gigit kuku.