URBAN LIFESTYLE

Gaya hidup urban yang tidak sehat memang sulit dihindari, apalagi buat profesional dan eksekutif muda yang harus berkompetisi dalam karir sekaligus bergaul dengan teman atau rekan bisnis.

Pernyataan mana saja di bawah ini yang membuat Anda mengangguk-angguk setuju:

  • Tidak sempat sarapan.
  • Stres karena macet di pagi hari.
  • Makan siang dengan menu junk food.
  • Tekanan di tempat kerja.
  • Pulang malam untuk menghindari macet.
  • Kurang minum air putih.
  • Bersantai di depan televisi sambil ngemil.
  • Clubbing hingga subuh.
  • Alkohol da/atau rokok dan/atau kopi.

Apabila jawaban Anda didominasi dengan ya, silahkan disimak tips-tips berikut untuk mengurangi efek negatif gaya hidup urban:

1. Sarap ringkas

Roti gandum dengan keju potongan, atau crackers, atau buah apel adalah jenis-jenis sarapan ringkas dan sehat yang bisa Anda nikmati kapan dan di mana saja, bahkan sambil mengemudi mobil. Jangan lupa imbangi dengan sekotak jus segar organik, atau susu!.

2. Seleksi dan Batasi Acara Gaul

Tidak semua undangan clubbing atau party itu harus Anda jabani. Dan, dari yang Anda pilih untuk datangi, tidak semuanya harus Anda ikuti dari awal sampai akhir. Pentingnya acara-acara itu adalah untuk networking, bukan? Jadi, datanglah setelah orang-orang penting Anda sudah datang, dan pulanglah sebelum mereka pulang. Satu jam saja cukup untuk menjaga hubungan sosial yang baik.

3. Ganti Camilan Dengan Buah Potong

Ya, menonton serial seperti 24, Lost. Ugly Betty dan sejenisnya memang sangat seru, dan paling enak sambil ditemani cemilan. Jangan salah: buah potongan seperti melon, jeruk bali, semangka, atau pisnag juga bisa jadi cemilan! Semua sudah tersedia dengan mudah di supermarket.

4. Botol Air Putih di Meja Kerja

Malas rasanya untuk bolak balik ke pantry di kantor, atau panggil office boy berulang-ulang kali hanya untuk mendapatkan segelas air putih. Trik-nya: selalu sedioakan minimal dua liter air putih di meja kerja, atau dalam jarak yang bisa digapai tangan Anda dari tempat Anda duduk bekerja. Tempelkan tulisan:"Minum!" di depan layar monitor.

5. Aromatherapy Dalam Ruangan

Wewangian lembut dari rempah-rempah atau sari bunga bisa membuat suasana ruang kerja jadi mirip tempat sap bintang lima. Aromatherapy ini ampuh untuk menjaga (atau bahkan meningkat) mood kerja, dan meredam stres. Kalau meja kerja Anda penuh kertas, hindari aromatherapy dalam bentuk lilin.

6. Menunggu Macet di Gym

Daripada di kantor atau ngopi-ngopi di mall, lebih baik habiskan waktu di dalam gym. Bukan berarti Anda harus workout selama dua jam setiap hari. Cukup lakukan low impact exercises, dan manfaatkan sarana steam dan sauna semaksimal mungkin. Bersantai di gym lounge sambil baca buku pastilah lebih sehat daripada bergosip tidak jelas di tengah mall.

7. Satu Hari Detoks

Hari Minggu seharusnya adalah hari paling cocok untuk jadi Detox Day. Sarapan yang layak, no junk food, nikmati makanan yang mentah atau direbus, jauhi daging dan dekati sayuran, serta santap lebih banyak lagi buah-buahan. Detoks juga harus dilakukan pada pikiran dan jiwa Anda dengan cara mematikan handphone, menjauhi internet, mengisirahatkan BlackBerry, menghindari mall yang ramai, dan mendekatkan diri pada hal-hal yang Anda cintai: kekasih, suami/istri, anak-anak, musik, film berkualitas, bacaan, anjing pemeliharaan, atau-well!-diri Anda sendiri.

Berteman dengan sehat, literally!